Crossfitanalog – Rendahnya kedisiplinan pengguna jalan membuat tingginya jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang antara RGO303 pengguna jalan dan kereta api.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pada 2021 terjadi kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang kereta api sebanyak 271 kecelakaan dengan korban meninggal 67 orang dan luka 92 orang.

“KAI juga meminta pemerintah meningkatkan keselamatan perjalanan di perlintasan sebidang sesuai kewenangannya. Sesuai UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 94 ayat 2 bahwa Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya, Minggu (27/2/2022).

Kemudian, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 94 Tahun 2018 Pasal 2, Pihak yang bertanggungjawab atas pengelolaan jalan yang berpotongan dengan jalur kereta api adalah pemilik jalannya.

“Rinciannya adalah Menteri, untuk jalan nasional, Gubernur, untuk jalan provinsi, Bupati/Walikota, untuk jalan kabupaten/kota dan jalan desa, dan Badan hukum atau lembaga, untuk jalan khusus yang digunakan oleh badan hukum atau lembaga,”ujarnya.

KAI berharap seluruh pihak dapat proaktif dan bersama-sama menjalankan LINK ALTERNATIF RGO303 tugas sesuai kewenangannya masing-masing untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan itu sendiri.

“Pada Tahun 2021 sendiri KAI telah menutup 311 perlintasan sebidang liar dalam rangka melakukan normalisasi jalur kereta api,” urainya.

Tercatat saat ini terdapat 3.105 perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan di mana 54% atau 1.696 merupakan perlintasan liar atau tidak terjaga.

Crossfitanalog – Rawan Kecelakaan, Ada 1.696 RGO303 Perlintasan Kereta Tak Terjaga
Ditag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *